Pages: [1]   Go Down
  Print  
Author Topic: Langkah Sederhana Pengembangan GIS di PDAM  (Read 4364 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
supianpdam
Jr. Member
**
Offline Offline

Posts: 11

supianpdam
View Profile WWW Email
« on: November 04, 2008, 09:21:36 AM »

Bagi PDAM yang ingin mengembangankan sendiri aplikasi GIS, ada beberapa hal yang cukup mudah untuk dilaksanakan antara lain:
1.  Kesiapan SDM menguasai software (ArcView/ArcGis/MapInfo dan banyak software lainnya).
2.  Mempunyai peta dasar kota anda (foto udara/citra satelit/ dll)
3.  Lakukan digitasi layer (jalan, bangunan, sungai, wilayah/zona/blok) dengan sistem koordinat UTM.
4.  Lakukan  survey untuk penamaan (atrribut) jalan dan bangunan (fasilitas-fasilitas umum).
5.  Untuk Manajemen GIS Pelanggan, lakukan survey seluruh pelanggan dan tempatkan point pelanggan sesuai dengan posisi bangunan pelanggan
6.  Atrribut pelanggan (No. pelanggan/alamat/golongan klasifikasi/zona/blok/kelurahan/kecamatan/status(aktif/pasif)/dan sesuai kebutuhan)
7.  Untuk menejemen GIS jaringan perpipaan dan accessories, lakukan digitasi dari sumber data gambar (asbuilt drawing) bila meragukan lakukan verifikasi lapangan.

Kunci keberhasilan  pengembangan ini adalah:
1. Adanya dukungan sumber pendanaan (khusus untuk survey pelanggan) dan kegiatan verifikasi jaringan.
2. Kesiapan pengembangan SDM untuk menambah skill/pengetahuan tentang aplikasi GIS
3. Team harus fokus/serius dalam melaksanakan kegiatan pengembangan ini. (sebagai ilustrasi  untuk jumlah pelanggan sekitar 80.000 membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun).
Logged

emantin34
Administrator
Hero Member
*****
Offline Offline

Posts: 71


emantin34
View Profile WWW Email
« Reply #1 on: November 04, 2008, 03:10:57 PM »

Untuk PDAM yang masih mempunyai jumlah pelanggan dibawah 30 ribu, mungkin asbuilt drawing masih dianggap mencukupi,  tapi coba bayangkan bila pelanggan pdam sudah mencapai 70 ribu atau lebih, bagaimana mengelola asset perusahaan dengan baik bila masih mengandalkan asbuilt drawing ?

Hal ini jangan dianggap enteng, menganggap enteng Penglolaan Asset yang berhubungan dengan pelanggan akan menjadi sebuah Bahaya Laten yang akan menghacurkan PDAM itu sendiri.

Oleh sebab itu sangat penting untuk Mengelola Asset PDAM dengan Bantuan GIS.

Ada yang mau menanggapi ?
Logged

Suherman

Andri Y.ST
Newbie
*
Offline Offline

Posts: 3


View Profile Email
« Reply #2 on: November 05, 2009, 07:56:28 PM »

benar sekali mas...... unsur spatial yang harus dimiliki PDAM bisa dikategorikan menjadi:
1. Unsur dalam bentuk polygon:
    - Bangunan (pelanggan & non pelanggan)
    - Posisi Pelanggan (circle yang diposisikan pada bangunan... jadi bangunan yanng tidak ada linkaran berarti bukan pelanggan)
    - Zona apakah DMA ataupun ZAM
    - Sebaran tekanan air
2. Unsur Polyline:
    - Network perpipaan (informasinya teknis)
3. Symbol:
    - Accesoris pipa
    - Sebaran Manometer, Air Valve, Gate Valve.. dll
mudah-mudahan bermanfaat...... Wink
Logged
rudipdambks
Newbie
*
Offline Offline

Posts: 2


View Profile
« Reply #3 on: December 21, 2009, 10:02:10 PM »

 Emang seharusnya semua PDAM kita sdh memiliki teknologi ini,btw pernah ngitung ga berapa dana yang dibthkan utk merealisasikan sistem tsb ?
Logged
emantin34
Administrator
Hero Member
*****
Offline Offline

Posts: 71


emantin34
View Profile WWW Email
« Reply #4 on: January 12, 2010, 01:30:19 PM »

Kalo dirupiahkan bisa mencapai angka diatas 300 juta loh. karena memang teknologi spatial memang masih mahal
Logged

Suherman

Arif
Newbie
*
Offline Offline

Posts: 1


View Profile Email
« Reply #5 on: January 15, 2010, 10:51:44 AM »

Sebenarnya ada langkah murah meriah. Yaitu memanfaatkan GPS tipe handheld navigasi sebagai alat untuk membuat peta dasar. Tapi perlu diperhatikan, jangan berharap mendapatkan peta dengan detail dan akurasi skala horizontal 1:1.000. Untuk mendapatkan skala horizontal dengan detail 1: 10.000 sih masih oke. Sedangkan untuk skala vertikal bisa lebih rendah lagi. Paling bagus juga untuk skala vertikal 1:20.000. Jika kita selalu berorientasi pada GIS yang ideal memang sudah seharusnya menggunakan peta dasar yang didapat dari foto udara. Foto udara adalah metode pemetaan paling ideal dibanding metode terestris dan remote sensing. Karena bisa menghasilkan skala 1:1.000 termasuk kontur interval 1 meter. Hanya saja biayanya sangat mahal jika harus dipikul oleh satu instanasi seperti PDAM, kecuali patungan dengan instansi lain yang sama - sama membutuhkan peta dasar dengan spesifikasi yang sama. Pada akhirnya yang selalu menjadi kendala adalah biaya pembuatan / pengadaan peta, sehingga tujuan membangun GIS selalu tidak tercapai. Padahal untuk menangani aset PDAM yang tersebar di banyak tempat dengan wilayah yang luas, mau tidak mau kita membutuhkan GIS sebagai alat bantu pengelolaan aset karena cakupan GIS adalah data tabular (database) dan data spasial (peta dasar digital). Apakah hanya karena terbentur biaya, maka niat mulia kita meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan langkah awal pembenahan data menjadi terhenti? Jadi menurut saya masih lebih baik membuat GIS berdasarkan peta dasar yang dibuat menggunakan GPS daripada tidak bergerak sama sekali hanya karena menunggu peta dasar ideal yang dibuat menggunakan foto udara. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Ini hanya pendapat dan pengalaman pribadi.
Logged
Lely
Newbie
*
Offline Offline

Posts: 3


View Profile
« Reply #6 on: March 11, 2011, 02:58:55 PM »

Saya setuju banget.. memang untuk mengembangkan manajemen aset di PDAM nantinya pasti membutuhkan peta GIS. Karena setiap aset memiliki dimensi ruang, aset diletakkan pada posisi tertentu dalam ruang. Aset-aset PDAM memiliki beragam karakteriktik serta berada pada posisi geografis yang tersebar, sehingga pendekatan keruangan (spatial) dalam pengelolaan aset menjadi sangat penting. Pendekatan spatial dalam manajemen aset memungkinkan para pengambil keputusan untuk memperoleh informasi yang lebih banyak daripada menampilkan data semata-mata sehingga aset bukan dipandang sebagai sesuatu yang statis, namun dinamis mengikuti ruang yang senantiasa selalu berkembang.
Pengelolaan aset dengan pendekatan spatial akan memberikan manfaat-manfaat antara lain:
1. Seluruh atribut data aset tercatat dan terinventarisir dengan rinci.
2. Tercapainya tertib administrasi atas pencatatan aset.
3. Pengolahan data-data aset cepat, sehingga informasi dapat diperoleh lebih efektif dan efisien.
4. Monitoring terhadap aset lebih optimal.
5. Memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan bagi manajemen.
6. Sistem Informasi Manajemen Aset akan lebih mudah dikembangkan karena berbasis spatial




Logged
Forum PDAM Indonesia Online
   

 Logged
Pages: [1]   Go Up
  Print  
 
Jump to:  



Login with username, password and session length