Drinking water is water that is intended to be ingested by humans. Water of sufficient quality to serve as drinking water is termed potable water whether it is used as such or not. Although many sources are utilised by humans, some contain disease vectors or pathogens and cause long-term health problems if they do not meet certain water quality guidelines. Water that is not harmful for human beings is sometimes called safe water, water which is not contaminated to the extent of being unhealthy. The available supply of drinking water is an important criterion of carrying capacity, the population level that can be supported by planet Earth.
  • Pembayaran Rekening Online
  • PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin

 

Kebutuhan air bersih terutama untuk keperluan domestik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi setiap penduduk. Kebutuhan air domestik tersebut dimanfaatkan oleh penduduk untuk keperluan masak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Kebutuhan air bagi penduduk perkotaan berbeda dengan keburuhan air penduduk pedesaan. Tentu saja kebutuhan air di perkotaan akan jauh lebih banyak, karena jumlah penduduk di wilayah perkotaan yang lebih padat dan kegunaan air bagi penduduk perkotaan lebih beraneka ragam. Secara umum sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan domestik adalah dengan memanfaatkan airtanah. Namun tidak dengan Kota Banjarmasin, karena kondisi airtanah dari segi kualitasnya tidak bagus sehingga tidak banyak yang memanfaatkan airtanah. Sehingga pemenuhan kebutuhan air penduduk di Kota Banjarmasin adalah dari air PDAM Bandarmasih.

 

Peningkatan layanan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk didasarkan pada kuntitas dan kualitas dari suplai airnya. Walaupun tidak seluruh penduduk Banjarmasin menggunakan air dari PDAM Bandarmasih, namun untuk kuantitas air yang dimanfaatkan oleh pelanggan dapat dibilang mencukupi dengan suplai air bersih yang telah dialirkan mencapai 23.372.613 m3 pada tahun 2009. Selain itu, diperlukan juga analisis jumlah pelanggan berdasarkan jumlah rumah tangga untuk menganalisis cakupan layanan air bersih dari PDAM Bandarmasih.

 

Tabel 01. Jumlah Rumah Tangga dan Pelanggan PDAM Bandarmasih

Kota Banjarmasin Tahun 2009

No.

Kecamatan

Jumlah Penduduk

Rumah Tangga

Pelanggan

Bukan Pelanggan

Persentase (%)

Pelanggan

Bukan Pelanggan

1.

Banjarmasin Selatan

153.012

39.303

24.766

14.537

63,01

36,99

2.

Banjarmasin Timur

120.476

33.587

23.852

9.735

71,02

28,98

3.

Banjarmasin Barat

152.536

41.404

26.825

14.579

64,79

35,21

4.

Banjarmasin Tengah

116.714

28.122

-

-

-

-

5.

Banjarmasin Utara

96.164

29.794

26.913

2.881

90,33

9,67

 

JUMLAH

638.902

172.210

102.356

69.854

59,44

40,56

Keterangan : Untuk jumlah pelanggan Kecamatan Banjarmasin tengah tidak ada data

Sumber : Data BPS dan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin Tahun 2009


Kondisi penduduk Kota Banjarmasin berdasarkan data tahun 2009 adalah sebanyak 638.902 jiwa. Dari keseluruhan jumlah penduduk tersebut, jumlah penduduk yang terbanyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan jumlah penduduk 153.012 jiwa (23,95%) dan jumlah rumah tangga sebanyak 39.303 rumah tangga (22,82%). Jumlah penduduk terbanyak kedua terdapat di Kecamatan Banjarmasin Barat dengan jumlah 152.536 jiwa (23,87%) dan memiliki jumlah rumah tangga terbanyak yaitu 41.404 rumah tangga (24,04%). Sedangkan untuk wilayah kecamatan yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Banjarmasin Utara yang hanya berjumlah 96.164 jiwa (15,05%) dan memiliki jumlah rumah tangga yang paling sedikit juga yaitu 29.794 rumah tangga (17,30%).

Berdasarkan data jumlah pelanggan PDAM Bandarmasih tahun 2009 diketahui bahwa jumlah pelanggan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Utara dengan jumlah pelanggan sebanyak 26.913 rumah tangga. Persentase jumlah pelanggan dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang terbesar juga tedapat di Kecamatan Banjarmasin Utara yaitu sebesar 90,33%. Jumlah pelanggan terbanyak kedua terdapat di Kecamatan Banjarmasin Barat dengan jumlah pelanggan 26.825 rumah tangga. Namun jumlah pelanggan di Kecamatan Banjarmasin Barat bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan rumah tangga termasuk rendah karena hanya sebesar 64,79%.

Persentase jumlah pelangan dibandingkan dengan jumlah rumah tangga terbanyak kedua terdapat pada Kecamatan Banjarmasin Timur yaitu sebesar 71,02% atau sebanyak 23.852 rumah tangga pelanggan air PDAM. Walaupun jumlah rumah tangga yang terdapat di Kecamatan Banjarmasin Timur tersebut termasuk rendah tetapi hampir sebagian besar rumah tangga sudah memanfaatkan air bersih dari PDAM Bandarmasih. Sedangkan untuk persentase jumlah pelanggan dibandingkan dengan rumah tangga yang paling kecil terdapat di Kecamatan Banjarmasin Selatan yaitu hanya sebesar 63,01% atau sebanyak 24.766 rumah tangga pelanggan PDAM.

Jumlah rumah tangga dibandingkan dengan jumlah pelanggan yang telah diuraikan sebelumnya dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang berbanding terbalik. Persentase jumlah pelanggan dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang terbanyak justru terdapat pada kecamatan yang memiliki jumlah rumah tangga paling sedikit. Seperti halnya di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Timur, walaupun memiliki jumlah rumah tangga yang sedikit tetapi hampir sebagian besar telah memanfaatkan air bersih. Sedangkan untuk Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kecamatan Banjarmasin Barat yang memiliki jumlah rumah tangga yang banyak, hanya sekitar setengah penduduk saja yang telah memanfaatkan air bersih dari PDAM Bandarmasih. Sehingga diperlukan peningkatan cakupan layanan dan penambahan instalasi air bersih agar cakupan layanan air bersih dapat dinikmati penduduk secara merata.