Drinking water is water that is intended to be ingested by humans. Water of sufficient quality to serve as drinking water is termed potable water whether it is used as such or not. Although many sources are utilised by humans, some contain disease vectors or pathogens and cause long-term health problems if they do not meet certain water quality guidelines. Water that is not harmful for human beings is sometimes called safe water, water which is not contaminated to the extent of being unhealthy. The available supply of drinking water is an important criterion of carrying capacity, the population level that can be supported by planet Earth.
  • Pembayaran Rekening Online
  • PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin

Sejarah dan perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin dijelaskan sebagai berikut :
  
Tahun 1937  : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik. 


Tahun 1950  : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga.
  
Tahun 1960  : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja.
  
Tahun 1964  : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik.
  
Tahun 1972  : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah.
  
Tahun 1973 : Berdirinya PDAM
  
Tahun 1976  : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin.
  
Tahun 1983  : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik.
  
Tahun 1986  : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik.
  
Tahun 1987  : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya.
 
 Tahun 1989  : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin.
 
Tahun 1989  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat.
  
Tahun 1990  : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang.
   
Tahun 1991  : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani.
  
Tahun 1992  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar.
 
Tahun 1992  : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik.
  
Tahun 1995  : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan.
 
Tahun 1996  : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara.
  
Tahun 2000  : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998.
   
Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt
Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani.
Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem danØ dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa Ø 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme 
  
Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi Ø 800 mm sepanjang 3.700 meter
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu 
 
Tahun 2003-2005  Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan
Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis
Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar.
Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan.
Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali.
Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.
 

Comments  

 
0 #1 uta 2010-09-06 14:42
tes
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh