Profil

MAKNA

Kami Menyangga Kualitas Hidup

Visi

Unggul dalam Pelayanan dan Pengelolaan Air Skala Nasional Berdaya Saing Global

Misi

1. Mengembangkan Karyawan Profesional Berakhlak Mulia
2. Menjaga ketersediaan Sumber Daya Air Baku yang Berkelanjutan
3. Memproduksi dan Mendistribusikan Air Minum secara Konsisten
4. Menerapkan Pelayanan Prima
5. Mengembangkan Diversifikasi Usaha

NIlai-Nilai

  1. Intergritas
  2. Disiplin
  3. Profesional
  4. Komitmen
  5. Kepedulian
  6. Kerjasama

Moto PDAM Bandarmasih

“Banyu Kada Bewayahan”

Pada Tahun 1937 Pemerintah Belanda mendirikan Perusahaan Daerah dengan nama “ Water Leijding Hendrief ” dengan kapasitas 35 lt/dt dan 300 buah jumlah sambungan.

Tahun 1964 dibangun pengembangan kapasitas IPA menjadi 275 lt/dt melalui bantuan Perancis dengan jumlah pelanggan 800 sambungan rumah. Status perusahaan masih sebagai  Seksi Saluran Air Minum Kota Madya Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kota Praja. Pada tahun 1976 status perusahaan berubah menjadi PDAM Kotamadya Banjarmasin.

Tahun 1993 hingga 2004 dengan bantuan Pemerintah Italia, PDAM menambah kapasitas produksi IPA II Pramuka sebesar 500 lt/dt dan melalui Proyek KUDP (Kalimantan Urban Development Program) melakukan peningkatan kapasitas intake Sungai Tabuk dengan pemasangan pipa transmisi diameter 800 mm sepanjang 3.700 meter. Hingga tahun 2005, PDAM terus berusaha meningkatkan pelayanan dengan peningkatan kapasitas IPA II Pramuka menjadi 1500 lt/dt dan menghasilkan sambungan rumah sekitar 163.140 buah dan tingkat pelayanan mencapai 99.2%.

Sampai saat ini pelayanan PDAM telah mencapai 99,9 % dan 166.261 sambungan rumah. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Banjarmasin yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 PDAM kembali melakukan proyek uprating, rehabilitasi dan peningkatan kapasitas IPA II eks Itali menjadi 1750 lt/dt dan pembangunan reservoir kapasitas 10.000 m3.

Tak hanya peningkatan kapasitas produksi dan penambahan jaringan perpipaan, PDAM Bandarmasih juga melakukan banyak terobosan dalam pengembangan perusahaan yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi Informasi, kemudahan dalam pembayaran rekening dan one day service untuk sambungan baru.

Gambaran umum Produksi dan distribusi

Saat ini pasokan air baku PDAM seluruhnya bersumber pada air permukaan atau air sungai yaitu sungai Lulut, Sungai Bilu, Sungai Tabuk dan Irigasi Riam Kanan.

Tabel 1. Bangunan Intake yang dimiliki PDAM Bandarmasih Kota

NOINTAKE PDAM BANDARMASIHKAPASITAS LITER/DETIK
1.Intake Sungai Bilu600 lt/detik
2.Intake Sungai Tabuk1.750 lt/detik
3.Intake Pematang Panjang1.110 lt/detik
4.Intake Sungai Lulut50 lt/detik

Tabel 2. Instalasi Pengolahan Air (IPA)

NOINSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA)KAPASITAS LITER/DETIK
1.IPA I A. Yani550 lt/detik
2.IPA II Pramuka1.750 lt/detik
3.Unit Produksi Mini Treatment Plan (MTP) Sungai Lulut50 lt/detik
Total Kapasitas Terpasang :2.350 lt/detik
Kapasitas yang dimanfaatkan :1.850 lt/detik

Wilayah Pelayanan PDAM Bandarmasih terbagi 2 (dua) wilayah yakni sebagai berikut:

– Wilayah Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Tengah dilayani oleh IPA I A.Yani
– Wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan serta sebagianwilayah Kab. Banjar dilayani oleh IPA II Pramuka

Tabel 3. Beberapa Reservoir sebagai penunjang produksi air bersih seluruh IPA dan tempat penampungan air distribusi

NORESERVOIR PDAM BANDARMASIHKAPASITAS (M³)
1Reservoir A. Yani5.000
2Reservoir IPA II Pramuka20.000
3Reservoir S. Parman2.500
4Reservoir Sei Lulut1.000
5Reservoir Pengambangan/ Banua Anyar5.000
6Reservoir Gerilya2.500

Gambar 1. Peta Zona Pelayanan Distribusi PDAM Bandarmasih

Gambar 1. Peta Zona Pelayanan Distribusi PDAM Bandarmasihsedangkan untuk sistem sistribusi sambungan rumah dibagi menjadi empat zona pelayanan. yaitu zona I pada wilayah Banjarmasin Barat, Zona II Banjarmasin Selatan, Zona III Banjarmasin Timur dan Zona IV Banjarmasin Utara. Serta sebagian wilayah Kabupaten Banjar

FAKTOR INTERNAL

KEKUATAN :

  • Ketersediaan air baku Sungai. Martapura sangat besar
  • Kapasitas idle masih tersedia 178 lt/det.
  • Opini hasil audit BPKP Wajar Tanpa Syarat
  • Effisiensi penagihan 90 %.
  • Tertib laporan.
  • Rasio Karyawan per jumlah sambungan 4,7/1000
  • Tingkat pendidikan 23 % lulusan Diploma dan Sarjana
  • Hubungan antar bagian, struktur organisasi & jenjang karir berjalan dengan baik.
  • Kemudahan dan kenyamanan membayar rekening.
  • Pelayanan gangguan dan sambungan baru cukup baik

KELEMAHAN :

  • Tidak lengkap peralatan sistem produksi
  • Kehilangan air 29,5 %
  • Tidak lengkap peralatan sistem distribusi.
  • Tidak puas dengan pelayanan kualitas, kuantitas dan kontinuitas
  • Peralatan penunjang pemeliharaan kurang memadai
  • Piutang tagihan 69 hari.
  • Rasio lancar 36 %.
  • Hutang jangka panjang Rp. 42 milyar.
  • Rasio operasi masih 98 %.
  • Belum ada forum komunikasi pelanggan.

FAKTOR EXTERNAL

PELUANG :

  • Pendapatan masyarakat per bulan cukup besar.
  • Penduduk beragama Islam sehingga pemakaian cukup besar 21 meter kubik/bulan.
  • Berminat menjadi pelanggan PDAM ada 59 % hasil SKP.
  • Pemda dan DPRD mendukung kenaikan tarif.
  • Pemda mendukung dengan mensubsidi.
  • Air tanah dangkal dan dalam jelek.

ANCAMAN :

  • Kenaikan BBM dan upah minimum regional yaitu sebesar 20 %.
  • Retribusi air bawah tanah dan galian yang dibebankan kepada PDAM.
  • Diberlakukannya Undang – Undang Perlindungan Konsumen.
  • Penebangan liar terhadap hutan.

IMPLEMENTASI KONSEP

Konsep-konsep yang harus dilakukan adalah :
– Bisnis Air Minum meliputi ;

  • Melakukan survey lapangan terhadap klasifikasi pelanggan PDAM yang dilaksanakan melalui staf internal PDAM
  • Melakukan penyesuaian struktur tarif dalam rangka upaya PDAM mencapai target minimal Break Even Point (BEP).

– Marketing Strategic dan Custumer Satisfaction meliputi ;

  • Melakukan survey terhadap kepuasan pelanggan dalam kaitannya dengan pelayanan PDAM saat ini. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan melibatkan unsur masyarakat, YLKI, LSM dan mahasiswa.
  • Melakukan kegiatan sosialisasi kepada pelanggan pada beberapa tempat mulai dari tingkat Universitas, Kecamatan hingga Kelurahan.

– Manajemen Investasi meliputi ;

  • Melakukan sosialisasi program PDAM dengan mengundang pihak Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota, DPRD dan pihak swasta terhadap permasalahan yang dihadapi PDAM dalam kaitannya dengan investasi peningkatan cakupan pelayanan, mutu pelayanan serta peningkatan kapasitas produksi.
  • Hasil yang didapat berupa realisasi bantuan dana dari Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kota disamping PDAM sendiri serta keinginan beberapa investor yang akan turut berpartisipasi dalam mengembangkan PDAM.

– Keadaan yang diimpikan adalah ;

  • PDAM memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan dan masyarakat, dengan merespon secara cepat, tepat dan effesien terhadap segala keluhan yang disampaikan pelanggan kepada PDAM.
  • Memberikan peningkatan kesejahteraan karyawan sehingga dalam melakukan tugasnya akan didasari rasa senang dan puas terhadap apa yang telah mereka dapatkan.

– Keadaan tersebut akan sangat dimungkinkan dapat dicapai mengingat peluang yang dimiliki PDAM cukup baik.
– Gagasan tersebut dapat tercapai apabila kondisi keuangan PDAM dalam keadaan baik, artinya antara tarif yang ditetapkan minimal mencapai BEP
– Faktor-faktor penghambat :

  • Birokrasi yang kurang memahami arti perusahaan yang sehat.
  • Besarnya pengaruh DPRD dalam penetapan tarif.
  • Sumber Daya Manusia.

A. Sasaran :

Berdasarkan visi dan misi diatas sasaran utama yang akan dicapai adalah peningkatan kinerja PDAM, yaitu :

1. Pengembangan Pelayanan
Perluasan cakupan pelayanan sebesar 100 % penduduk kota banjarmasin menggunakan air bersih dari PDAM Bandarmasih dengan dukungan jaringan perpipaan yang tersedia di setiap wilayah kota banjarmasin.

2. Full Cost Recovery
Rasio antara pendapatan dibagi biaya melebihi 100 %, termasuk didalamnya PDAM dapat membayar tanggung jawab hutang serta dapat memperbaiki atau mengganti peralatan– peralatan sistem produksi dan distribusi.

3. Pelayanan Prima
Seluruh wilayah kota Banjarmasin terlayani PDAM dengan kualitas air minum (17 zona air minum tahun 2011), kontinuitas pengaliran selama 24 jam sepanjang tahun serta layanan pelanggan yang cepat, tepat, mudah dan bersahabat.

B. Strategi

  • Optimalisasi sistem produksi dan distribusi.
  • Peningkatan kualitas pelayanan
  • Pengembangan sumber daya manusia
  • Peningkatan pendapatan perusahaan

C. Kebijakan

  • Peningkatan cakupan pelayanan dan jumlah pelanggan
  • Sharing PDAM dengan Pemerintah pusat, Propinsi dan Kota dalam Optimalisasi infrastruktur sistem penambahan air baku.
  • Upaya restrukturisasi hutang dengan Departemen Keuangan
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia
  • Efesiensi dan efektivitas dilingkungan kerja.

Integritas

Menjunjung tinggi nilai-nilai

Profesional

Bekerja secara profesional dan ahli dalam bidangnya

Kepedulian

menjunjung kepedulian antar sesama

Disiplin

membentuk budaya disiplin yang kuat

Komitmen

Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggan

Kerjasama

Bekerja sama untuk sebagai team yang solid
0
+
Pelanggan
0
Tahun Berjalan

Kami Adalah

Merupakan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Kota Banjarmasin yang diberi tugas serta wewenang untuk menyediakan pelayanan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan Sekitarnya

SDM
100%
Keahlian
85%
Pelayanan
75%
Pelanggan
85%